Richard Reynaldo, iku namaku tapi orang-orang sering memanggilku Lemu atau Mas Gandrik. Pria tambun kelahiran Solo, kuliah di Jogja dan kemudian merantau ke tanah ibukota.
Mas Gandrik, orang yang selalu membuat kaget dan tertawa bagi orang-orang disekitarnya dengan guyon yang tiada henti.
Mas Gandrik dalam aksi, sering ditemui dalam kondisi pakai kaos oblong dengan celana pendek dan sandal jepit dengan membawa tas punggung (kalo lagi ada yang dibawa).
Mas Gandrik, Bocah Gemblung yang terobsesi dengan slogan yang dibuatnya sendiri “Menembus Batas yang Tiada Batas” selalu mengagumi soal Arsitektur dan sejarahnya.
Mas Gandrik, bercita-cita ingin membuat tempat untuk makan dengan nama Pondokan Mas Gandrik dengan memasak sendiri semua menunya.

Leave a Reply